Jumat, 27 Mei 2016

KESULITAN BELAJAR PADA SISWA


Halloo sahabat blogger :)
Dibawah ini saya akan membahas mengenai kesulitan belajar.
Akhir-akhir ini banyak sekali berita mengenai broken home, yang dimana dampak salah satu dari broken home adalah mengganggu belajar anak. Tetapi tidak hanya dampak broken home saja yang mempengaruhi kesulitan belajar. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan lebih detail mengenai kesulitan belajar. Selamatt Membacaaa :)


Pengertian Kesulitan Belajar


Kesulitan belajar (Learning Difficulty) adalah suatu kondisi dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. Kondisi yang demikian umumnya disebabkan oleh faktor biologis atau fisiologis, terutama berkenaan dengan kelainan fungsi otak yang lazim disebut sebagai kesulitan dalam belajar spesifik, serta faktor psikologis yaitu kesulitan belajar yang berkenaan dengan rendahnya motivasi dan minat belajar.
Pengertian Kesulitan Belajar lainnya
Hambatan/ gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf integensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai.
Hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam sistem saraf pusat otak ( gangguan neorubioligis ) yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan seperti gangguan perkembangan bicara, membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung. Anak-anak disekolah pada umumnya memiliki karakteristik individu yang berbeda, baik dari segi fisik, mental, intelektual, ataupun social-emosional.

Oleh karena itu mereka juga akan mengalami persoalan belajarnya mesing-masing secara individu, dan akan mengalami berbagai jenis kesulitan belajar yang berbeda pula., sesuai dengan karakteristik dan potensinya masing-masing.  

Ada beberapa kasus kesulitan dalam belajar yang termasuk dalam kategori ini, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Abin Syamsudin M, : 
1) Kasus kesulitan  dengan latar belakang kurangnya motivasi dan minat belajar. 
2) Kasus kesulitan  yang berlatar belakang sikap negatif terhadap guru, pelajaran, dan situasi belajar. 
3) Kasus kesulitan  dengan latar belakang kebiasaan belajar yang salah. 
4) Kasus kesulitan dengan latar belakang ketidakserasian antara kondisi obyektif keragaman pribadinya dengan kondisi obyektif instrumental impuls dan lingkungannya.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, prevalensi anak dengan kesulitan belajarnya diperkirakan lebih besar. Para ahli mengemukakan bahwa penyebab kesulitan belajar itu kompleks dan luas. Secara umum, penyebab kesulitan belajar antara lain ;
    1.    faktor intelektual, yaitu inteligensi yang rendah dan terbatas,
    2.  faktor kondisi fisik dan kesehatan, termasuk kondisi kelainan, seperti kurangnya gizi pada ibu hamil, bayi dan anak, kerusakan susunan dan fungsi otak, dan  penyakit persalinan,
   3.  faktor sosial,seperti pengaruh teman bermain, pergaulan dan lingkungan sekitar,
   4.   faktor keluarga, seperti keadaan keluarga yang tidak baik dan kurangnya dukungan belajar dari orang tua.
 
Di bawah ini penjabaran faktor-faktor kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik
1.      Menurut Koestur Partowisastro dan Hadi Suprapto (1978)

       a. Kondisi fisiologis yang permanen
           - Inteligensi yang terbatas,
           - Hambatan penglihatan dan pendengaran, 
           - Masalah Persepsi 
       b. Kondisi fisiologis temporer
           - Masalah makanan, 
          - Kecenderungan,
          - Kecapaian.  
        c. Kondisi lingkungan sosial permanen
           - Harapan dan tekanan orang tua tinggi,
           - Konflik dalam kelurga.
         d. Kondisi sosial lingkungan Temporer
            - Ada bagian-bagian dalam urutan yang belum dipahami,
            - Persaingan interes.
Koestur menambahkan bahwa sebab-sebab kesulitan belajar yaitu :
a.   Disebabkan oleh gangguan alat-alat dalam dirinya dan alat-alat tubuh (Senso Physical  Disoder)
b.     Disebabkan oleh kurangnya kecerdasan (Mental Defenciencies)
c.     Disebabakan oleh gangguan alat-alat penerimaan (Perceptual Motor Disoder)
d.     Disebabkan oleh kesalahan tingkah laku sosial (Sosial Behavior Disoder)
 2.      Menurut Tidjan
a.       Faktor interen
1)     Faktor fisiologis, yaitu kesehatan fisik terganggu,cacat fisik dan sebagainya,
2)     Faktor intelektual, misalnya kecerdasan kurang, kecakapan kurang, bakat-bakat kurang,
3)     Faktor minat, tidak berminat atau kurang minat,
4)     Faktorkonsentrasi perhatian kurang,
5)     Faktor ingatan kurang,
6)     Faktor emosi, misalnya rasa benci dan rasa tidak puas.

b.      Faktor ekstern
1)      Faktor tempat, misalnya tidak ada tempat khusus untuk belajar,
2)      Faktor alat, alat-alat yang diperlukan dalam belajar kurang atau tidak ada,
3)     Faktor waktu dan suasana, yaitu tidak dapat mengatur waktu belajar, ramai dan gaduh,
        rumah dekat jalan yang cukup ramai,
4)    Faktor lingkungan sekolah, misalnya bahan pelajaran kurang, metode guru mengajar
        tidak memuaskan, pengeruh teman yang tidak baik (negatif),
5)     Faktor lingkungan keluarga dan masyarakat, misalnya situasi keluarga yang tidak
        menguntungkan anak dalam belajar, begitu pula dengan masyarakatnya.
        Anak yang mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan gejala-gejala tertentu.

        Gejala-gejala anak yang mengalami kesulitan belajar  ditandai dengan :
1.      Tidak bisa mengikuti pelajaran seperti yang lain,
2.      Sering terlambat atau tidak mau menyelesaikan tugas,
3.      Menghindari tugas-tugas yang agak berat,
4.      Ceroboh atau kurang teliti dalam banyak hal,
5.      Acuh tak acuh atau masa bodoh,
6.      Menampakkan semangat belajar yang rendah,
7.      Tidak mampu berkonsentrasi,
8.      Perhatian terhadap suatu objek singkat,
9.      Suka menyendiri, murung dan sulit menyesuaikan diri,
10.  Suka memberontak, agresif, dan meledak-ledak dalam merespon ketidakcocokan, dan
11.  Hasil belajar rendah.
         




Menurut pendapat saya Kesulitan Belajar itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor genetik dan juga lingkungan. Karena faktor gen/keturunan, biasanya sangat berpengaruh. Saya pernah membaca artikel bahwa Intelegensi seseorang itu banyak dipengaruhi oleh faktor gen ibu.
Kalau faktor lingkungan jelas sekali berpengaruh, karena ketika seorang anak dilahirkan dilingkungan yang harmonis penuh perhatian dari orang tua tentu anak tersebut akan mengikuti lingkungan yang ada. 





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar