Halloo sahabat blogger :)
Dibawah ini saya akan membahas mengenai kesulitan belajar.
Akhir-akhir ini banyak sekali berita mengenai
broken home, yang dimana dampak salah satu dari broken home adalah mengganggu belajar anak. Tetapi tidak hanya dampak
broken home saja yang mempengaruhi kesulitan belajar. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan lebih detail mengenai kesulitan belajar. Selamatt Membacaaa :)
Pengertian Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar (Learning Difficulty) adalah suatu kondisi
dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria
standar yang telah ditetapkan. Kondisi yang demikian umumnya disebabkan oleh
faktor biologis atau fisiologis, terutama berkenaan dengan kelainan fungsi otak
yang lazim disebut sebagai kesulitan dalam belajar spesifik, serta faktor
psikologis yaitu kesulitan belajar yang berkenaan dengan rendahnya motivasi dan
minat belajar.
Pengertian Kesulitan Belajar lainnya
Hambatan/ gangguan
belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang
signifikan antara taraf integensi dan kemampuan akademik yang seharusnya
dicapai.
Hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam sistem saraf pusat
otak ( gangguan neorubioligis ) yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan
seperti gangguan perkembangan bicara, membaca, menulis, pemahaman, dan
berhitung. Anak-anak disekolah pada umumnya memiliki karakteristik individu
yang berbeda, baik dari segi fisik, mental, intelektual, ataupun
social-emosional.
Oleh karena itu mereka juga
akan mengalami persoalan belajarnya mesing-masing secara individu, dan akan
mengalami berbagai jenis kesulitan belajar yang berbeda pula., sesuai dengan
karakteristik dan potensinya masing-masing.
Ada
beberapa kasus kesulitan dalam belajar yang termasuk dalam kategori ini,
sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Abin Syamsudin M, :
1) Kasus kesulitan
dengan latar belakang kurangnya motivasi dan minat belajar.
2) Kasus
kesulitan yang berlatar belakang sikap
negatif terhadap guru, pelajaran, dan situasi belajar.
3) Kasus kesulitan dengan latar belakang kebiasaan belajar yang
salah.
4) Kasus kesulitan dengan latar belakang ketidakserasian antara kondisi
obyektif keragaman pribadinya dengan kondisi obyektif instrumental impuls dan
lingkungannya.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, prevalensi
anak dengan kesulitan belajarnya diperkirakan lebih besar. Para ahli
mengemukakan bahwa penyebab kesulitan belajar itu kompleks dan luas. Secara
umum, penyebab kesulitan belajar antara lain ;
1. faktor intelektual, yaitu inteligensi yang
rendah dan terbatas,
2. faktor kondisi fisik dan kesehatan, termasuk
kondisi kelainan, seperti kurangnya gizi pada ibu hamil, bayi dan anak,
kerusakan susunan dan fungsi otak, dan
penyakit persalinan,
3. faktor sosial,seperti pengaruh teman bermain,
pergaulan dan lingkungan sekitar,
4. faktor keluarga, seperti keadaan keluarga
yang tidak baik dan kurangnya dukungan belajar dari orang tua.
Di bawah ini penjabaran faktor-faktor kesulitan belajar yang
dialami oleh peserta didik
1. Menurut
Koestur Partowisastro dan Hadi Suprapto (1978)
a. Kondisi
fisiologis yang permanen
- Inteligensi
yang terbatas,
- Hambatan
penglihatan dan pendengaran,
- Masalah Persepsi
b.
Kondisi fisiologis temporer
- Masalah makanan,
- Kecenderungan,
- Kecapaian.
c. Kondisi lingkungan sosial permanen
- Harapan dan tekanan orang tua tinggi,
- Konflik dalam
kelurga.
d. Kondisi sosial lingkungan Temporer
- Ada bagian-bagian dalam urutan yang belum dipahami,
- Persaingan
interes.
Koestur menambahkan bahwa sebab-sebab kesulitan belajar
yaitu :
a. Disebabkan oleh
gangguan alat-alat dalam dirinya dan alat-alat tubuh (Senso Physical Disoder)
b. Disebabkan oleh
kurangnya kecerdasan (Mental Defenciencies)
c. Disebabakan
oleh gangguan alat-alat penerimaan (Perceptual Motor Disoder)
d. Disebabkan oleh
kesalahan tingkah laku sosial (Sosial Behavior Disoder)
2. Menurut Tidjan
a. Faktor
interen
1) Faktor
fisiologis, yaitu kesehatan fisik terganggu,cacat fisik dan sebagainya,
2) Faktor
intelektual, misalnya kecerdasan kurang, kecakapan kurang, bakat-bakat kurang,
3) Faktor minat,
tidak berminat atau kurang minat,
4)
Faktorkonsentrasi perhatian kurang,
5) Faktor ingatan
kurang,
6) Faktor emosi,
misalnya rasa benci dan rasa tidak puas.
b. Faktor ekstern
1) Faktor tempat,
misalnya tidak ada tempat khusus untuk belajar,
2) Faktor alat,
alat-alat yang diperlukan dalam belajar kurang atau tidak ada,
3) Faktor waktu
dan suasana, yaitu tidak dapat mengatur waktu belajar, ramai dan gaduh,
rumah dekat
jalan yang cukup ramai,
4) Faktor
lingkungan sekolah, misalnya bahan pelajaran kurang, metode guru mengajar
tidak
memuaskan, pengeruh teman yang tidak baik (negatif),
5) Faktor
lingkungan keluarga dan masyarakat, misalnya situasi keluarga yang tidak
menguntungkan
anak dalam belajar, begitu pula dengan masyarakatnya.
Anak yang
mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan gejala-gejala tertentu.
Gejala-gejala
anak yang mengalami kesulitan belajar
ditandai dengan :
1. Tidak bisa
mengikuti pelajaran seperti yang lain,
2. Sering
terlambat atau tidak mau menyelesaikan tugas,
3. Menghindari
tugas-tugas yang agak berat,
4. Ceroboh atau
kurang teliti dalam banyak hal,
5. Acuh tak acuh
atau masa bodoh,
6. Menampakkan
semangat belajar yang rendah,
7. Tidak mampu
berkonsentrasi,
8. Perhatian
terhadap suatu objek singkat,
9. Suka
menyendiri, murung dan sulit menyesuaikan diri,
10. Suka memberontak,
agresif, dan meledak-ledak dalam merespon ketidakcocokan, dan
11. Hasil belajar
rendah.
Menurut pendapat saya Kesulitan Belajar itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor genetik dan juga lingkungan. Karena faktor gen/keturunan, biasanya sangat berpengaruh. Saya pernah membaca artikel bahwa Intelegensi seseorang itu banyak dipengaruhi oleh faktor gen ibu.
Kalau faktor lingkungan jelas sekali berpengaruh, karena ketika seorang anak dilahirkan dilingkungan yang harmonis penuh perhatian dari orang tua tentu anak tersebut akan mengikuti lingkungan yang ada.